Masa Depan Agama Hindu adalah Masa Depan Kemanusiaan

Written By I Putu Jayantara on Sabtu, 28 April 2012 | 21.02

 

Dalam edisi ini kami tampilkan bagian kedua dari “Masa Depan Agama Hindu.” Untuk topik ini empat penulis menyumbangkan pemikirannya: David Frawley, Pankaj Jain, Christopher Chapple, dan Ramdas Lamb.

David Frawley menyatakan, Hindu adalah agama dan tradisi spiritual tertua di planet ini yang secara terus menerus dipraktekkan, dengan akar-akarnya yang berasal dari 5,000 tahun lampau. Agama Hindu adalah agama terbesar yang ketiga dari agama-agama utama dunia, dengan lebih dari suatu milyar penganut di seluruh dunia. Agama Hindu adalah terbesar dari tradisi- tradisi non-injili. Ia adalah agama terbaik yang menyelamatkan nyawa dari tradisi-tradisi agama asli yang besar yang pada suatu jaman mendominasi dunia dan jejak-jejaknya masih tetap ada di mana-mana.

Agama Hindu secara tradisional menyebut dirinya Sanatana Dharma atau jalan kekal kebenaran. Ia adalah perumusan suatu tradisi universal yang diadaptasikan secara lokal kepada kebutuhan individu dan komunitas. Dengan demikian, Agama Hindu mempunyai suatu visi yang luar biasa tentang masa depan dan memeluk semua waktu.

Masa depan Agama Hindu adalah visi universalnya, relevansi globalnya, dan perasaannya yang tak terhingga tentang yang suci. Suatu penghormatan kedewataan seperti itu dan satu penerimaan dari keseluruhan praktek rohani dan religius manusia adalah apa yang dibutuhkan oleh kemanusiaan dewasa ini untuk membawa kita keluar dari krisis global kita yang berakar dalam kepercayaan dan dogma-dogma yang berkonflik dan suatu jalan hidup tidak suci. Masa depan Agama Hindu adalah masa depan kemanusiaan.

Pankaj Jain menyatakan, ide-ide dan praktek-praktek Hindu pelan-pelan memasuki dan mentransformasi gaya hidup Barat. Orang-orang Hindu pada gilirannya menjadi lebih sadar akan permasalahan global seperti perubahan iklim. Ideal-ideal Agama Hindu, seperti pluralisme, dharma, rta, dan non-kekerasan adalah beberapa pelajaran penting untuk masa depan Agama Hindu khususnya dan untuk kemanusiaan secara umum. Jika orang-orang Hindu masa kini dapat mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran mereka, mereka dapat memastikan suatu masa depan makmur dan sehat bagi diri mereka, lingkungan mereka yang berbeda, dan sumber alam mereka.

Christopher Chapple mengangkat studi Hindu di dunia akademis. Dia menyatakan studi dan praktek dari Agama Hindu telah mapan di dunia akademis dan di dalam kehidupan religius Amerika. Lebih dari 400 profesor dilatih sebagai spesialis-spesialis di India sekarang mengajar di seluruh A.S. Para sarjana ini umumnya terlatih di dalam bahasa Sansekerta dan/atau suatu bahasa India modern dan mempunyai pengalaman dalam bidang yang luas di India. Spesialisasi mereka bervariasi secara luas. Para sarjana Agama Hindu ahli dalam berbagai bidang pemujaan atau dalam Yoga atau Vedanta atau di dalam salah satu dari aliran filsafat atau di dalam praktek ritual.

Ini menjadi tantangan menarik bagi masyarakat Hindu di Indonesia.

Chapple juga menyatakan, Agama Hindu di seluruh dunia menemukan dirinya sendiri menghadapi modernitas pembaharuan (mengatasi ilmu pengetahuan dan teknologi) dan pos-modernitas (erosi dari nilai-nilai tradisional disebabkan globalisasi). Namun, disebabkan oleh teologinya yang berpandangan terbuka, dan Hindu gemar menyerap dan menginterpretasikan kembali inovasi- inovasi baru, riset kontemporer ke dalam kosmologi, tidak mengancam kepercayaan-kepercayaan dasar seperti yang dialami oleh agama monoteisme kenabian yang mempercayai naratif Kitab Kejadian.

Ramdas Lamb menyatakan, Hindu memiliki konsepkonsep pemersatu meliputi suatu kepercayaan akan karma dan reinkarnasi, pentingnya non-kekerasan, satu rasa hormat yang esensial akan kehidupan dalam banyak wujudnya, dan suatu kepercayaan dalam penerimaan dan toleransi dari kepercayaan religius berbeda sebagai jalan-jalan berbeda menuju gunung kesucian yang sama (hal ini menjadi perdebatan, red).

Alasan konsep-konsep ini menjadi semakin tenar di Barat adalah bahwa mereka sejalan dengan pemikiran kontemporer dari banyak orang yang mencari suatu spiritualitas atau kerohanian yang melebihi ideologi-ideologi agama yang sempit. Di dalam proses itu, ada suatu perubahan persepsi tentang agama Hindu dalam pandangan banyak orang.

Sekarang ini semakin banyak orang Barat memandang Hindu sebagai kedua-duanya menarik dan masuk akal bagi mereka. Ini tidak berarti akan ada sejumlah besar orang Barat masuk Agama Hindu dalam waktu dekat, tetapi itu menunjukkan efek yang penting bahwa pemikiran Hindu diterima di Barat.
Sumber: Media Hindu, Ngakan Putu Putra.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar. Tetapi dilarang berkomentar menghina atau-pun spam, Terima kasih.